Pandemi Bikin Pajak Hotel dan Hiburan Kota Semarang Tak Capai Target

Posted on

Masa pandemi Covid-19, tak mengakibatkan penghasilan area pada 2020 jeblok. Seperti Badan Pendapatan Daerah (Bapeda) Kota Semarang, secara total telah melebihi target.

Hanya sektor pajak hotel dan hiburan saja yang tidak meraih target. Kepala Bapenda Kota Semarang Agus Wuryanto mengatakan, penghasilan area untuk membiayai belanja area secara total over target. Yakni Rp 4,39 triliun berasal dari target Rp 4,34 triliun (101 persen).

“Pendapatan asli area (PAD) menyumbang Rp 2 triliun, target yang dicanangkan Rp 1,87 triliun. Artinya PAD Kota Semarang 2020 meraih 106,8 persen,” katanya Senin (4/1/2021).

Pajak area termasuk melampaui target, berasal dari Rp 1,4 triliun, tercapai Rp 1,45 triliun. Menurutnya, capaian 2020 kemarin merupakan kerja keras berasal dari semua aparat pajak. Meski begitu, dirinya mengakui jikalau tahun lantas merupakan tahun yang berat karena pandemi.

“Beberapa pos penghasilan seperti pajak hotel, hiburan, dan parkir, sektor ini belum sanggup meraih target,” bebernya.

Dari knowledge yang ada, pajak hotel tercapai 67,1 prosen atau sebesar Rp 61,4 miliar berasal dari target Rp 91,5 miliar. Sedangkan, pajak hiburan tercapai 63,9 prosen atau sebesar Rp 11,9 miliar berasal dari target Rp 18,6 miliar.

“Pandemi ini mengakibatkan sektor wisata terdampak. Apalagi sempat ditutup tiga bulan. Proses recovery tidak mudah, untuk itu kita genjot berasal dari sektor lainnya,” tandasnya.

Sebagai usaha mengejar target, pihaknya lebih menitikberatkan kepada penghasilan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB). Di mana, realisasi BPHTB 2020 sebesar 124 prosen atau Rp 464 miliar berasal dari target Rp 374 miliar.

“Tingkat partisipasi kudu pajak tahun lantas lumayan tinggi yaitu 78 persen. Lebih tinggi tiga prosen dibandingkan tahun 2019,” tandasnya.

Pada 2021 ini, lanjut Agus, selalu bakal dilaksanakan inovasi untuk mendongkrak sektor pajak. Apalagi target yang dicanangkan naik menjadi Rp 5,2 triliun.

“Dengan adanya vaksin ini, harapannya kita ekonomi sanggup ulang naik dan pulih agar kapabilitas membayar pajak tinggi,” bebernya.

Wakil Ketua DPRD Kota Semarang, Mualim mengapresiasi kinerja Pemerintah Kota Semarang yang telah meraih target penghasilan daerah.

”Memang ada sektor pajak yang tidak cukup maksimal, tetapi karena pandemi sektor hiburan termasuk terdampak,” katanya.

Dengan adanya vaksin, lanjutnya, diharapkan sanggup mendongkrak sektor wisata. Apalagi penerapan protokol kesehatan di sektor wisata termasuk sanggup mengakibatkan sektor ini sanggup bangkit.

“Setiap tahun, pasti ada menambahkan hotel, resto dan area hiburan. Kalau didata pasti bakal menambah pendapatan,” tambahnya.