Ini Waktu yang Tepat untuk Tes Covid-19 pada Anak Menurut SehatQ.com

Posted on

Anak-anak merupakan lapisan masyarakat yang tidak kalah rentan tertular Covid-19 daripada orang dewasa maupun lansia. Meskipun dinilai deteksi dini gejalanya tidak begitu terlihat, namun tetap saja Covid-19 akan jadi bom waktu di tubuh anak-anak. Bahkan untuk anak-anak yang punya komorbid atau penyakit bawaan juga bisa langsung tersungkur dan butuh penanganan cepat di ICU dengan alat bantu napas (ventilator).

Maka karena tidak kalah penting dilindungi, anak-anak juga perlu melakoni tes Covid-19 untuk menanggulangi penularan. Dengan begitu penanganan lebih lanjut bisa dilakukan dengan segera. Lalu kapan tes Covid-19 pada anak dibutuhkan?

Sebagaimana orang dewasa, tes Covid-19 pada anak dilakukan ketika sempat mengalami gejala infeksi. Kemudian bisa juga dilakukan ketika sempat kontak erat dengan pasien positif Covid-19. Untuk hal ini setidaknya harus menunggu empat hari setelah terpapar. Namun jika singgungannya cukup erat dan dalam waktu yang lama minimal 15 menit, harus segera dilakukan tes. Selain itu tes Covid-19 pada anak juga perlu dilakukan bila akan menjalani prosedur medis tertentu seperti operasi.

Saat dilakukan tes, mungkin akan ada hambatan karena biasanya anak-anak akan takut atau merasa tidak nyaman. Di sinilah mungkin orang tua harus banyak berperan. Sebagai persiapan, orang tua tampaknya harus menjelaskan mulai dari alasan kenapa harus melakukan tes sampai prosedur. Namun ingat ya, jelaskan dengan bahasa yang sederhana dan mudah dipahami.

Kemudian bagi orang tua, perlu diketahui bahwa jenis-jenis tes Covid-19 pada anak tidak jauh beda dengan orang dewasa. Antara lain seperti tes cepat atau Rapid Tes. Sampel yang digunakan dalam tes ini adalah darah dari jari tangan atau pembuluh darah vena di lengan.

Hasilnya bisa keluar dalam 15 menit tetapi keakuratannya tidak terlalu tepat. Bahkan jika terbukti positif, akan diarahkan untuk melakukan swab tes. Lalu apa itu swab tes?

Ada dua jenis swab tes, yakni swab test dan swab test antigen. Keduanya mendeteksi Covid-19 dengan cara mengambul sampel lender hidung atau tenggorokan. Tes ini bertujuan mendeteksi antigen (protein virus). Hasilnya bisa keluar sekitar 30 menit dan tingkat keakuratannya lebih tepat daripada rapid test.

Metode tes selanjutnya dinamakan Elecsys Antibody Serology Tes. Untuk tes antibodi  ini menggunakan darah dari pembuluh darah vena sebagai sampel. Hasilnya bisa keluar dalam waktu 18 menit. Sementara untuk tingkat akurasi punya versi yang berbeda-beda.

Kemudian untuk metode yang terakhir adalah Test PCR. Tes ini juga menggunakan lendir hidung dan tenggorokan. Tingkat keakuratan PCR adalah yang paling tinggi karena dideteksi melalui uji laboratorium.

Jika anak mengalami hasil positif, sebaiknya orang tua tidak perlu panik. Biasanya untuk anak-anak yang punya gejala ringan, tindakan medis yang dianjurkan adalah isolasi mandiri di rumah. Namun jika punya gejala berat akan langsung diisolasi di ruang karantina yang disediakan oleh tenaga kesehatan di tiap kota.

Selama di rumah sakit, sampel lendir anak akan diambil setiap hari untuk pengecekan. Anak baru diizinkan keluar dari ruang isolasi jika pemeriksaan menunjukkan hasil negatif pada dua kali tes yang dilakukan secara berturut-turut.

Untuk anak yang menjalani isolasi di rumah, tes PCR perlu dilakukan setelah 14 hari. Anak akan dinyatakan sembuh dari Covid-19 ketika hasil pemeriksaannya negatif pada dua kali tes berturut-turut.

Tes Covid-19 aman untuk dijalani baik untuk dewasa maupun anak. Saat dipraktekan rasanya memang tidak nyaman namun percayalah semua itu bagian dari kerja medis. Meski begitu, khusus untuk anak tetap saja berpotensi membuat trauma. Untuk itu, orang tua perlu mendampingi secara intens agar menghadirkan rasa nyaman dan aman.