2021 Dunia Otomotif Indonesia Lebih Menantang

Posted on

Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) berkata jika penjualan mobil di Indonesia tahun ini akan tumbuh 50 persen, jadi 750 ribu unit berasal dari perolehan 2020 sekitar 525 ribu unit, di sedang pandemi Covid-19.

Business Innovation plus Sales & Marketing Director Honda Prospect Motor (HPM) Yusak Billy menjelaskan naiknya pasar otomotif tahun ini akan ditentukan kemampuan masyarakat dalam membeli mobil.

“Kemudian didukung model-model baru yang rencananya akan diluncurkan dan tentunya dengan perhitungkan situasi pasar dan keinginan konsumen,” kata Billy melalui pesan singkat, Selasa (5/1).

Billy termasuk menjelaskan perilaku customer di sedang pandemi Covid-19 didalam untuk urusan transportasi termasuk berikan peluang tersedia peningkatan pembelian mobil pertama.

Kekhawatiran terhadap pandemi diprediksi memicu masyarakat menghindari transportasi lazim sehingga menentukan membeli mobil pribadi.

“Hal yang mampu jadi potensi untuk industri mobil salah satunya adalah pergantian perilaku customer didalam hal transportasi, yang mendorong peningkatan terhadap pembelian mobil pertama,” ucap dia.

Senada, Direktur Marketing Astra Daihatsu Motor (ADM) Amelia Tjandra menghendaki pasar otomotif 2021 meningkat berasal dari tahun sebelumnya.

“Jadi ekonomi jadi bergerak dan gross domestic product (GDP) Indonesia diperkirakan 5,1 persen. Jadi pasar tahun ini kemungkinan lebih baik berasal dari 2020,” ujar Amelia.

Tantangan ke depan

Sementara itu, Direktur Marketing Toyota Astra Motor (TAM) Anton Jimmi menjelaskan produsen otomotif akan hadapi tantangan tahun ini, khususnya imbas pandemi Covid-19 di Indonesia yang tak kunjung selesai, meski vaksinasi akan dikerjakan didalam sementara dekat.

“Ini termasuk tantangan sebab masih tersedia uncertainty (ketidakpastian),” ungkap Anton.

Amelia termasuk mengakui kalau pandemi Covid-19 di Indonesia yang belum selesai tahun ini masih akan menghalangi area gerak masyarakat dan pekerja di pabrik sebab masih menerapkan protokol pencegahan penularan virus SARS-CoV-2.

Namun menurut Amelia, situasi itu tidak akan menghalangi kemauan membeli masyarakat terhadap mobil baru, dengan syarat kekuatan membeli customer menguat imbas perekonomian yang stabil.

“Ya protokol kebugaran jadi prioritas utama, jadi memproses pabrik masih jauh berasal dari situasi sebelum pandemi,” kata Amelia.

Di satu sisi, Honda perlu mengantisipasi situasi pasar otomotif yang diprediksi belum stabil. Dalam hal ini produsen menjaga ketersediaan stok mobil dengan keinginan berasal dari konsumen.

“Tantangan yang memahami adalah situasi pasar yang belum stabil, sehingga sangat penting terus menyesuaikan kiat sehingga pasokan dan stok senantiasa didalam situasi sehat. Tidak berlebihan dan tidak kekurangan,” ucap Billy.